Akan ada hari dimana kau menyakiti hatimu dan kebahagiaan harus kau buat untuk orang lain.. bukan untuk dirimu.
Mungkin terdengar klasik. Bukan bodoh, bukan pula lemah. Hati, kenyataan & keadaan yang mengharuskan. "Harus" bukan berarti memaksa. Namun "harus" mempercayaimu untuk melakukan "kewajiban". Kewajiban mempersiapkan kebahagiaan untuk orang tersayang, yang pasti akan ditinggalkan. Mempersiapkan segala sesuatu hal, untuk membuat mereka kuat, membuat mereka siap.
Ya. Satu hal menyakitkan kadang harus kau ciptakan sendiri, untuk melihat kebahagiaan dikemudian hari. Sakit yang sengaja dibuat, sengaja dibuat. Dibuat untuk melihat, melihat dari kehidupan setelahnya. Melihat senyum dia dan mereka. Walaupun kau takkan tahu seperti apa kehidupan setelah kematian. Namun setidaknya, sebelum kau mati, kau bisa melihat orang tersayang bahagia sebagaimana mestinya. Karena kenyataan mengharuskan, realita yang menang.
Kau harus mengerti dengan teka teki Tuhan, dipaksa untuk pintar membaca jalan cerita yang diberi Tuhan. Ya, kau harus dipaksa pintar. Agar kau tidak sebodoh orang-orang yang tak bisa mengerti kenyataan. Kenyataannya ini sebuah skenario NYA, dan kau, dia dan mereka adalah pemerannya.
Kau harus menjadi Aktor ataupun Aktris yang hebat bukan??? Totalitas! Jika kau tak bisa mengerti, kau gagal! Ya, kau gagal sebagai seorang pemeran, yang dipercaya untuk diberi peran. Karena kita hanya pemeran. Jadi pintarlah membaca keadaan. Happy ending atau... ??
Jika kebahagiaan seharusnya kau ciptakan untuk orang tersayang, kemudian mati.. Kenapa tidak?
Hidup bukanlah pilihan. Karena kau sudah diberi peran yang tak perlu kau pilih.
Sadari, Nikmati & Syukuri ~
Sadari, Nikmati & Syukuri ~
(Tulisan ini terinspirasi dari Film "Kal Ho Na Ho / Besok Mungkin Tidak Ada")
#LCQ
No comments:
Post a Comment