Friday, 28 December 2012

Nada Hujan & Anak Kecil

Rintik-rintik kecil bersama gugusan bukit didepan mata
Bersama nada gerimis, pohon-pohon-pun  menari
Ya.. hanya pohon
Hanya pohon yang mungkin bisa mendengar indahnya nada hujan
Yang jelas.. terlalu banyak mulut manis manusia pemuja hujan,
namun takut kehujanan
Saya bukan pemuja hujan. Saya hanya penikmat nada & visual-nya.
Tapi, mungkin ada satu lagi yang bisa merasakan indahnya irama sebuah hujan
"Anak Kecil", si manusia dengan segala imaji-nya, yang selalu riang menyambut air langit
Dan saya salah satu dari mereka ~
 
(Saya pernah, dan selalu ingin menjadi bagian dari mereka... "Anak Kecil")

#LCQ




Monday, 10 December 2012

Kisah Lilin Bersumbu

Sebut saja dia "Lilin Bersumbu"
Dan ini kisahnya..
 
~
 
Namaku Lilin.
Aku punya sumbu yang bisa kau sebut "Hati"
Aku mudah meleleh, yang mungkin bisa kau sebut "Tangis"
Aku punya api, yang bisa kau sebut "Sepasang Sifatku"
Dan aku bisa memberi cahaya, yang mungkin bisa kau sebut "Cinta"
 
Aku melukai sumbu yang ku punya, semata untuk memberi cahaya dari apiku. Dan.. ya! Aku pasti meleleh.
Melukaiku? Mungkin
Menyakitiku? Mungkin
Aku akan mati? Pasti
Memberimu cahaya? Itu maksudku.
Ini untukmu.
Memberimu terang dalam gelap. Agar kau bisa melihat dan berjalan. Agar kau bisa menikmati keindahan yang nyata, tanpa meraba
 
 
Aku akan memberi "pertanyaan" ini untukmu, dan silahkan kau tanya padaku! (dan mungkin inilah yang ada difikiranmu)

"Hey lilin! Memberinya kemudian luka? Membahagiakannya kemudian mati? Apa aku boleh menyebutmu BODOH?"
 
Dan sekarang juga, akan kujawab.

Aku tidak bodoh! Mungkin kau yang harus lebih belajar lagi untuk membaca, kemudian mengerti. Agar tidak bodoh! Hey! Aku ini lilin! Ini hidupku, ini peranku dari NYA! Dan aku mengerti peran yang diberikan NYA untukku. Aku diciptakan untuk mu! Dan aku diciptakan untuk ini!
Aku mengerti peranku, peranku sebagai lilin bersumbu. Dan aku harus melakoni peranku sebagaimana peran itu adanya. Peranku didunia ini sebagai lilin bersumbu. Apa aku harus sepertimu? atau seperti lampu? Oh, tidak!! Lampulah yang ingin sepertiku! Atau kamu??
Aku diciptakan untuk menerangimu, dan kemudian mati. Aku cukup bahagia dengan itu. Karena aku berhasil melakoni apa peranku.

Tak perlu kau sibuk mencari jati diri. Karena kau pun terlahir dengan itu.
Jalani jalan ceritamu dengan jati dirimu. Dengan peranmu!
Aku lilin Bersumbu, ini peranku. Jangan kau sebut aku bodoh.
Pahami saja jalan ceritamu..
 

Dan boleh aku balik bertanya?
Apa "PERAN" mu???
(Apa kau ingin bodoh sepertiku, seperti katamu?? Tak perlu! Jalani saja peranmu!)
 
 
#LCQ

 

Bagiku "Hidup Bukanlah Pilihan"

Akan ada hari dimana kau menyakiti hatimu dan kebahagiaan harus kau buat untuk orang lain.. bukan untuk dirimu.


Mungkin terdengar klasik. Bukan bodoh, bukan pula lemah. Hati, kenyataan & keadaan yang mengharuskan. "Harus" bukan berarti memaksa. Namun "harus" mempercayaimu untuk melakukan "kewajiban". Kewajiban mempersiapkan kebahagiaan untuk orang tersayang, yang pasti akan ditinggalkan. Mempersiapkan segala sesuatu hal, untuk membuat mereka kuat, membuat mereka siap.


Ya. Satu hal menyakitkan kadang harus kau ciptakan sendiri, untuk melihat kebahagiaan dikemudian hari. Sakit yang sengaja dibuat, sengaja dibuat. Dibuat untuk melihat, melihat dari kehidupan setelahnya. Melihat senyum dia dan mereka. Walaupun kau takkan tahu seperti apa kehidupan setelah kematian. Namun setidaknya, sebelum kau mati, kau bisa melihat orang tersayang bahagia sebagaimana mestinya. Karena kenyataan mengharuskan, realita yang menang.


Kau harus mengerti dengan teka teki Tuhan, dipaksa untuk pintar membaca jalan cerita yang diberi Tuhan. Ya, kau harus dipaksa pintar. Agar kau tidak sebodoh orang-orang yang tak bisa mengerti kenyataan. Kenyataannya ini sebuah skenario NYA, dan kau, dia dan mereka adalah pemerannya.
Kau harus menjadi Aktor ataupun Aktris yang hebat bukan??? Totalitas! Jika kau tak bisa mengerti, kau gagal! Ya, kau gagal sebagai seorang pemeran, yang dipercaya untuk diberi peran. Karena kita hanya pemeran. Jadi pintarlah membaca keadaan. Happy ending atau... ??


Jika kebahagiaan seharusnya kau ciptakan untuk orang tersayang, kemudian mati.. Kenapa tidak?
Hidup bukanlah pilihan. Karena kau sudah diberi peran yang tak perlu kau pilih.
Sadari, Nikmati & Syukuri ~



(Tulisan ini terinspirasi dari Film "Kal Ho Na Ho /  Besok Mungkin Tidak Ada")
#LCQ


A Moment To Remember

Ada sebuah momen, dimana kamu harus mengingat setial detilnya. Siapa tau nanti ingatan itu hilang?
Bahkan sama sekali menjadi ruang kosong diantara momen-momen lain yang ada dihidupmu.

Seperti film "The Vow", film drama simpel tapi gak simpel (gimana tuh? ya gitulah)
Film ini menceritakan tentang sepasang suami istri "Leo & Paige", yang suatu hari dalam hari-hari indahnya terselip sebuah kejadian yang merubah semua jalan ceritanya. Kecelakaan yang merenggut Ingatan Istrinya (paige). Ingatannya hilang tepat dalam ruang kisah antara ia dan suaminya. Yang tersisa hanya ingatan tentang masa kecil dan keluarganya. (Berfikir.. kenapa mesti di satu ruang bahagia yang hilang?) (Mau tahu kenapa? Kalian harus nonton filmnya. Simpel)
Setelah menonton film ini, mesin penggerak kata dalam otak saya bekerja secara otomatis. Yang kemudian saya rangkum dalam beberapa kata di twitter @Abangejaa . Tak terucap, tak bisa kau dengar. Namun bisa kau baca ~






"Berbagi keheningan diantara keramaian, ketika tanganku mengingat semua yang dilupakan otakku. Ingatlah lagi setiap momen yang tak ingin dihilangkan, sebelum semua ingatan itu hilang.  Cukup beri  ruang menjadi diriku, bukan menjadi maumu.
Kemudian aku akan menjadi aku yang memilikimu & kamu yang memiliku."
#LCQ